Saturday, 16 December 2017

Perlakuan akuntansi hedging forex


Pada dasarnya, alur akuntansi atas transaksi bermata uang como adalah sebagai berikut: Pada saat terjadinya transaksi pertama kalinya. Nilai transaksi diakui atau dicatat sebesar nilai fakturnya (fatura) Pada setiap pelaporan. (Rupiah) sesuai dengan metode konversi yang dipergunakan, pada saat ini akan diakui KEUNTUNGAN atau KERUGIAN (SELISIH) KURS. Yang dalam bahasa inggrisnya disebut Currency GainLost. Pada saat pembayaran (pelunasan) atas transaksi tersebut (baik itu berupa transaksi atas aktiva maupun kewajiban), nilai transaksi bermata uang asing tersebut akan disetarakan lagi dengan mengkonversikannya menjadi mata uang fungsional (Rupiah). Proses konversi ini akan mengakibatkan adanya KEUNTUNGAN atau KERUGIAN (SELISIH) KURS (Currency GainLost). Tanggal 31 Januari, sebuah perusahaan di Indonésia membeli barang dagangan dari Amerika dengan nilai invoice USD 1.000,00, Tutup buku fiskal pada tanggal 20 Maret, dan pembayaran akan jatuh tempo pada tanggal 30 de abril, dan Sementara itu situa nilai tukar pada saat itu digambarkan sebagai berikut: 28 Pebruari, 1 USD Rp 9,000, - 20 Maret, 1 USD Rp 9,100, - 30 de abril, 1 USD Rp 9,200, - Atas Transaksi diatas, dapat dicatat dengan jurnal entrada: Pada tanggal pembelian (28 Pebruari): Debit. Pembelian Rp 9,000,000, - Kredit. Hutang Dagang Rp 9,000,000, - Pada saat tutup buku fiskal (20 Maret): Nilai tukar telah berubah, rupiah terdepriasi sebesar Rp 100, - 1 USD, sehingga perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 100 x 1000 Rp 100,000. Ini diakui sebagai kerugian kurs, dan disesuaikan dengan jurnal: Debit. Kerugian (Selisih) Kurs Rp 100,000, - Crédito. Hutang Dagang Rp 100,000, - Sedangkan pada saat hutang jatuh tempo. Rupiah terdepresiasi Rp 200, -1 USD dibandingkan saat pembelian dilakukan, Jurnal atas pelunasan hutang ini menjadi: Debit. Hutang Dagang Rp 9,000,000, - Debit. Kerugian (selisih) Kurs Rp 200,000, - Crédito. Kas Rp 9,200,000, - Saat Pengakuan Keuntungan atau Kerugian Kurs Dari contoh di atas, jika diperhatikan baik-baik, maka jelaslah KEUNTUNGAN atau KERUGIAN (Selisih) KURS DIAKUI PADA PERIODE DIMANA KEUNTUNGAN ATAU KERUGIAN TERJADI. Dalam contoh di atas kerugian kurs diakui: Pada Laporan Fiskal. Kerugian kurs diakui sebesar Rp 100,000 saja yaitu pada tanggal penutupan buku fiskal (20 Maret). Pada Laporan Komersial. Kerugian kurs diakui sebesar Rp 200,000 pada saat pelunasan (pembayaran) dilakukan (30 de abril) Di akhir tahun buku, secara konsep sesungguhnya perusahaan memiliki 3 (tiga) pilihan: 1). Mengabaikan fluktuasi nilai tukar (akan tetapi, pilihan ini adalah pilihan berbahaya) 2). Melakukan penyesuaian (ajuste do membuat) atas nilai pembelian, yang biasa disebut PENDEKATAN SATU TRANSAKSI (akan tetapi tindakan ini, akan membuat laporan menjadi tidak mencerminkan kejadian ekonomi yang sesungguhnya). 3). Atas perubahan nilai tukar mata uang fungsional (Rupiah) kepada mata uang asing, desarmando mengkui adanya utang, juga diakui adanya keuntungan atau kerugian (selisih) kurs, yang biasa disebut sebagai PENDEKATAN DUA TRANSAKSI. (Pilihan inilah yang paling relevan). Pelaporan Keuntungan Kurugian (Selisih Kurs) Dimanakah keuntungan atau kerugian (Selisih Kurs) di kelompokkan. Karena dalam hal ini, keuntungan atau kerugian kurs terjadi akibat adanya fluktuasi nilai tukar mata uang fungsional (Rupiah) terhadap mata uang asing (dalam contoh di atas adalah USD), dimana atas keuntungan atau kerugian kurs tersebut mempengaruhi arus kas masuk atau keluar, maka: KEUNTUNGAN atau KERUGIAN (Selisih) KURS di kelompokkan ke dalam PENDAPATAN LAIN-LAIN (OUTRAS RECEITAS) KEUNTUNGAN atau KERUGIAN (Selisih) KURS menjadi ELEMEN PENAMBAHPENGURANG atas PENDAPATAN BRUTTO. Yang akan menghasilkan PENDAPATAN NETTO. Hubungannya dengan Harga Pokok Penjualan (custo de venda) 8220 NENHUMA, ZERO, ZIL, ZALDA, KAGA ADE, TAK ADA, TAK ADO, ORA ONO 8221.). ). ) Hati-hati, bedakan TRANSAKSI dengan TRANSLASI: TRANSAKSI. Kejadian ekonomi yang sungguh-sungguh MEMPENGARUHI ARUS KAS. TRANSLASI. Hanyalah PERUBAHAN PENGAKUAN NILAI atas ASSET maupun PASSIVO. Akibat adanya KONVERSI NILAI. Kabar gembira bagi yang ingin mendalami lebih lanjut mengenai CONTABILIDADE DE MOEDA ESTRANGEIRA. Segara akan hadir artikel. TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING. Mengenai bagaimana mentranslate (saya pakai istilah MENGKONVERSIKAN) laporan keuangan ber mata uang asing. Untuk semua elemen laporan keuangan yang perlu disoroti, mulai dari penjualan, pembelian, COGS sampai dengan perolehan aktiva tetap dan ganhos retidos. Akan diposting secara bertahap. Dimulai dengan. TRANSLASI HARGA POKOK PENJUALAN (COGS) - baca - setelah BÔNUS. COBERTURA dibawah BÔNUS. HEDGING (Antisipasi Terhadap Fluktuasi Kurs) Jika diartikan secara harfiah, HEDGE Pagar Tameng Dalam Financial, HEDGING diartikan sebagai tindakan untuk memindahkan resiko akibat dari fluktuasi kurs (atau suku bunga, atau harga). Jika saja HEDGING benar-benar berfungsi secara efektif, maka seharusnya KEUNTUNGAN atau KERUGIAN KURS tidak akan terjadi. Dan tidak perlu dipusingkan oleh pengakuan (pencatatan) maupun disclosure-nya. Adapun Hedging yang direkomendasikan untuk mengatasi fluktuasi kurs adalah INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIVE. Yaitu Kontrak Pertukaran yang Dimajukan (CONTRATO DE INTERCÂMBIO FORWARD). Teknisnya, institusi keuangan setuju untuk menetapkan suatu nilai tukar mata uang yang disepakati untuk dimasa depan yang telah disepakati pula. Contoh. Banco de Devisa (dimana rekening perusahaan) menyetujui perusahaan untuk hedging nilai Tukar Rupiah terhadap USD adalah Rp 9000, - sampai dengan tanggal 30 de abril, Jika saja pada contoh kasus pembelian barang dagangan diatas perusahaan melakukan hedging, maka kerugian kurs sebesar Rp 200,000 tersebut tidak akan terjadi . O ganho de moeda de Pengakuan perdeu a pontuação no perlu terjadi. Disatu sisi HEDGING akan meminimalisasi atau bahkan mengeliminasi kemungkinan terjadinya kerugian kurs, di sisi lainnya, perusahaan juga kehilangan kesempatan untuk memperoleh KEUNTUNGAN KURS. Jika Fluktuasi nilai tukar benar-benar menjadi masalah bagi perusahaan, lakukanlah HEDGING. Jika: IMPORTADOR. Nilai tukar uang fungsional (Rupiah) cenderung melemah. COBERTURA DE LAKUKANLAH. Jika sebaliknya, maka jangan lakukan. EXPORTADOR. Nilai tukar uang fungsional (Rupiah) cenderung menguat. COBERTURA DE LAKUKANLAH. Jika sebaliknya, jangan lakukan. Artikel Lain Yang Terkait. TRANSLASI HARGA POKOK PENJUALAN (COGS) - baca - IDENTITAS PENULIS PUTRA Indonésia Putra é um controlador financeiro que esteve dentro do muro de empresas por no mínimo 15 anos, já esteve em vários cargos de Contabilidade, Tributação Financeira. Ele esteve envolvido com o nível de gestão do escritório do dia a dia. Ele está atualmente em paixão com a mídia online. Blogar é uma das mídias de publicação que ele quer começar. Veja o meu perfil completoPapel para instrumentos financeiros Beberapa bulan yang lalu, beberapa pihak mempermasalahkan transaksi hedging yang dilakukan oleh Indostat, satu perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia. Mereka mengatakan bahwa transaksi yang dilakukan adalah satu bentuk penghindaran pajak yang dilakukan antara Indosat dengan pihak induk perusahaan di Singapura. Permasalahan menjadi rumit karena beberapa pihak membawanya menjadi semacam permasalahan politik sejak pihak parlemen turut berkomentar Banyak pihak bertanya-tanya tentang transaksi hedging, apakah benar transaksi hedging yang dilakuan tersebut benar-benar satu penghindaran pajak, pengertian dari hedging menurut pajak dan sejauh mana hedging dapat dilakukan Sehingga dapat diakui oleh pihak pajak. Inilah satu alasan yang mendorong penulisan 8220edging transacção e tratamento fiscal8221. Tulisan yang telah diterbitkan di majalah Inside Tax ini menjelaskan pemahaman dib transaksi hedging Papel para Instrumentos Financeiros Untuk memahami transaksi hedging, kita dapat melihat IAS (Norma Internacional de Contabilidade) 32 dan 39 yang saling berhubungan dan paling sering menjadi referensi dalam hedge accounting. Hedging sendiri dibagi oleh IAS menjadi Fair Value Hedge, hedge de fluxo de caixa, e Hedges de um investimento líquido em uma entidade estrangeira. IAS juga menjelaskan persyaratan agar satu transaksi dapat diklasifikasikan sebagai hedging. Perlakuan pajak terutama akan menyoroti apakah transaksi hedging akan menghasilkan laba atau kerugian. Satu hal yang menjadi sorotan adalah kemungkinan hedging dilakukan sebagai satu bentuk spekulasi sehingga pihak pajak mungkin menolak kerugian yang dilaporkan dib wajib pajak atas transaksi hedging. Dengan semakin diterima IAS sebagai satu standard di seluruh dunia termasuk di Indonésia, pemahaman akan IAS sebagai pedoman untuk memahami transaksi hedging akan menjadi semakin penting. Catatan. Artikel lengkap bisa dilihat di majalah Inside Tax edisi Juni 2008

No comments:

Post a Comment